ubegebe

Catatan Padang Galir

Author Archives

ubegebe

    Sembahyang

    Sebuah sore sebuah desa di pinggang Gunung Batur, berjalan ke gunung-gunung dan hutan pernah menjadi rutinitas dan kadang tambahan pendapatan, saya berhenti sejenak di dekat sebuah pura. Terbersit untuk melakukan shalat ashar di sore itu. Saya bertanya pada seorang Bali setengah baya, dimana sumber air umum. Saya hendak berwudhu, mau shalat. Sang tua menunjukkan sebuah pemandian umum dekat pura tersebut. Ia juga menawarkan untuk shalat saja di lingkungan pura. Katanya […]

    Continue Reading →

    Sopir Bus dan Misteri Perempuan Cantik

    Dulu saya menganggapnya misteri. Tapi sekarang mulai memahami satu per satu alasannya, kenapa sopir bus muncul sebagai sosok yang digilai perempuan. Julukan sebagai seorang yang SETIA (Setiap Tikungan Ada) mungkin terlihat benar. Bukan cerita yang jarang kita dengar, jika seorang sopir bus yang lulusan SD saja bisa memacari atau menikahi sarjana. Paman teman saya, seorang sopir bus di bilangan Bukittinggi, menjadikan seorang guru SMA bergelar doktoranda sebagai isteri keduanya. Juga […]

    Continue Reading →

    Untuk Bersatu, Kita Perlu Bergembira Bersama

    Harus kita akui, bangsa ini sudah terbelah sejak pilpres 2014, dan ditambah lagi di 2019. Sebagai pendukung Jokowi dan orang minang, saya merasakan dan melihat seperti apa kita terbelah karena perbedaan politik ini.  Memang telah banyak usaha yang dilakukan untuk merekatkan kembali. Termasuk dari dua tokoh yang berkompetisi ini, mereka telah bertemu. Saling memuji, saling sepakat bersatu demi kemajuan bangsa. Saya rasa kita perlu memberikan apresiasi atas usaha mereka ini. […]

    Continue Reading →

    Membaca Faldo Maldini

    Saya awam dalam politik. Zaman kuliah dulu pun, saya bukanlah seseorang yang bisa dibilang aktivis. Hari-hari kuliah saya hanyalah hari nongkrong kere dan pacaran prihatin. Tak ada penggalan kisah aktivis kampus yang saya punya. Saya memiliki kartu anggota PDI Perjuangan hanya karena keinginan berbeda saja dengan arus utama orang Minang saat ini. Itu pun saya hanya kader biasa, tak ada jabatan di partai tempat saya bergabung. Saya tak begitu berharap […]

    Continue Reading →

    Bencoolen – Singapore: Andai Pertukaran Itu Tak Pernah Ada

    London 17 Maret 1824, Belanda dan Inggris menandatangani perjanjian tentang Asia Tenggara. Kedua kerajaan ini bersepakat untuk melakukan kocok ulang wilayah pendudukan mereka. Salah satu yang kita ingat dari perjanjian ini adalah Belanda menyerahkan Singapura kepada Inggris. Imbal baliknya, Bengkulu dan seluruh asset Inggris di tanah Sumatera menjadi milik Belanda. Perjanjian ini yang menyebabkan hari ini kita melihat Pulau Singapura dan Pulau Batam yang berjarak sepelemparan batu akik, terpisah dalam […]

    Continue Reading →

    Voli Tarkam: Kisah Yang Terus Berlanjut Setelah Kompetisi Usai

    Erwin langsung menghampiri anak kecil itu. Sebuah smash, kalo di bola voli biasa disebut spike, yang diluncurkannya memantul ke muka si bocah yang sedang berdiri di depan ayahnya. Erwin meminta maaf dengan tulus. Ia juga menciumi dan menggendong anak. Erwin tak ingin kejadian yang menimpa teman satu timnya terulang. Temannya melakukan hal yang sama di pertandingan lain, namun lupa minta maaf. Hanya berselang seminggu, temannya Erwin menderita panas tinggi berlanjut […]

    Continue Reading →

    Seramai Apapun Bandara dan Pesawat Terbang, Kita Tetap Merasa Sepi di Sana

    Awal milenium ketiga ditandai dengan menjadi terjangkaunya tiket pesawat udara. Hampir orang benar-benar bisa terbang. Penerbangan yang selama ini hanya untuk mereka yang benar-benar punya uang atau keperluan sangat mendadak, tiba-tiba bisa dinikmati sebagian besar warga dunia. India sampai membuat pamflet tentang prosedur naik pesawat bagi warganya yang pertama kali naik pesawat. Mulai dari proses pemesanan tiket sampai naik transportasi umun di kota tujuan. Artinya, dekade pertama 2000an adalah dekade […]

    Continue Reading →

    L 300 Kecil Ulet dan Berjasa

    Sebagai anak setengah kota, dari kecil saya selalu merindukan pulang ke kampung ketika lebaran. Salah satu alasan kerinduan itu adalah mobil Colt L300. Saya suka jalan-jalan ke tempat wisata bersama sanak saudara dengan menaiki di mobil ini. Ramai-ramai duduk di belakang. Juga misalnya ada pertandingan sepakbola, kami pun naik mobil jenis ini. Di belakang penuh canda tawa dan ledek-ledekan khas anak muda. Mobil L300 adalah andalan hampir semua desa di […]

    Continue Reading →

    Jangan Ngebut di Lintas Sumatera

    Rambun, seorang saudara yang tinggal di Bandar Lampung. Jika pulang kampung ke Sijunjung dengan bus, pasti memilih naik PO Medan Jaya. Sebelumnya, ia telah mencoba hampir semua bus lintas sumatera sampai memutuskan akan setia pada Medan Jaya. Bagi kalangan pecinta bus lintas sumatera saat ini, PO Medan Jaya pastilah mendapat perhatian mereka. Mereka akan sepakat Medan Jaya sebagai bus tercepat sekaligus ternekat untuk saat ini. ALS boleh menjadi perusahaan otobus […]

    Continue Reading →

    Radio: Sesuatu Yang Tak Akan Pernah Usai

    Paman saya di kampung, seorang veteran rantau di awal periode 1990an, hobinya mendengar radio. Bukan sembarang radio, tapi radio ABC Australia. Australian Broadcasting Corporation. Ia pendengar setia siaran bahasa Indonesia radio ini. Tiap sore dia akan selalu di dekat radionya, menyalakan dengan volume keras. Jika sedang mudik ke kampung, saya pasti menyempatkan “dengar bareng” di rumahnya. Lalu kita mendiskusikan topik yang dibahas. Sebagian besar adalah politik. Salah satu yang saya […]

    Continue Reading →