ubegebe

Catatan Padang Galir

Month: October 2019

Sembahyang

Sebuah sore sebuah desa di pinggang Gunung Batur, berjalan ke gunung-gunung dan hutan pernah menjadi rutinitas dan kadang tambahan pendapatan, saya berhenti sejenak di dekat sebuah pura. Terbersit untuk melakukan shalat ashar di sore itu. Saya bertanya pada seorang Bali setengah baya, dimana sumber air umum. Saya hendak berwudhu, mau shalat. Sang tua menunjukkan sebuah pemandian umum dekat pura tersebut. Ia juga menawarkan untuk shalat saja di lingkungan pura. Katanya […]

Continue Reading →

Sopir Bus dan Misteri Perempuan Cantik

Dulu saya menganggapnya misteri. Tapi sekarang mulai memahami satu per satu alasannya, kenapa sopir bus muncul sebagai sosok yang digilai perempuan. Julukan sebagai seorang yang SETIA (Setiap Tikungan Ada) mungkin terlihat benar. Bukan cerita yang jarang kita dengar, jika seorang sopir bus yang lulusan SD saja bisa memacari atau menikahi sarjana. Paman teman saya, seorang sopir bus di bilangan Bukittinggi, menjadikan seorang guru SMA bergelar doktoranda sebagai isteri keduanya. Juga […]

Continue Reading →

Untuk Bersatu, Kita Perlu Bergembira Bersama

Harus kita akui, bangsa ini sudah terbelah sejak pilpres 2014, dan ditambah lagi di 2019. Sebagai pendukung Jokowi dan orang minang, saya merasakan dan melihat seperti apa kita terbelah karena perbedaan politik ini.  Memang telah banyak usaha yang dilakukan untuk merekatkan kembali. Termasuk dari dua tokoh yang berkompetisi ini, mereka telah bertemu. Saling memuji, saling sepakat bersatu demi kemajuan bangsa. Saya rasa kita perlu memberikan apresiasi atas usaha mereka ini. […]

Continue Reading →

Membaca Faldo Maldini

Saya awam dalam politik. Zaman kuliah dulu pun, saya bukanlah seseorang yang bisa dibilang aktivis. Hari-hari kuliah saya hanyalah hari nongkrong kere dan pacaran prihatin. Tak ada penggalan kisah aktivis kampus yang saya punya. Saya memiliki kartu anggota PDI Perjuangan hanya karena keinginan berbeda saja dengan arus utama orang Minang saat ini. Itu pun saya hanya kader biasa, tak ada jabatan di partai tempat saya bergabung. Saya tak begitu berharap […]

Continue Reading →